Bloomberg mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Nilai transaksi sekitar USD3 miliar atau setara Rp52,58 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.525 per USD.
Untuk melihat besarnya diskon, kapitalisasi pasar BYAN pada harga Rp10.900 mencapai sekitar Rp363 triliun. Dengan demikian, nilai pasar 62 persen saham BYAN yang menjadi objek pembicaraan berada di kisaran Rp225 triliun.
Dibandingkan nilai tersebut, tawaran USD3 miliar atau sekitar Rp52,58 triliun hanya setara sekitar 23,4 persen dari nilai pasar 62 persen saham tersebut.
Secara tersirat, nilai transaksi itu setara dengan harga sekitar Rp2.550 per saham. Dengan harga pasar BYAN yang berada di Rp10.900, harga tersirat tersebut mencerminkan diskon sekitar 76,6 persen.
Namun, angka Rp2.550 tersebut merupakan perhitungan berdasarkan nilai total transaksi dan bukan harga penawaran resmi per saham.