Artinya, setelah saham-saham HSC dikeluarkan, pergerakan IHSG justru semakin erat dengan arah sektor perbankan.
Tekanan terhadap rupiah dan arus dana asing menjadi semakin penting karena kedua faktor tersebut berpotensi langsung memengaruhi saham-saham dengan bobot besar di indeks.
Volatilitas IHSG Belum Tentu Turun
Keluarnya saham HSC dari perhitungan IHSG juga tidak otomatis membuat indeks menjadi lebih stabil.
Simulasi BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan volatilitas IHSG tanpa saham HSC justru mencapai 31 persen, lebih tinggi dibandingkan volatilitas aktual sebesar 29 persen.
Perubahan komposisi indeks juga berpotensi menggeser rasio price to earnings (P/E) agregat IHSG. Karena itu, target IHSG yang menggunakan acuan valuasi historis perlu dikalibrasi kembali setelah perubahan komposisi berlaku.