Dari transaksi tersebut, AADI membukukan keuntungan sebesar USD21,5 juta dan menerima dana tunai sekitar USD735 juta. Namun, perseroan juga mencatatkan beban pajak sekitar USD79,3 juta yang bersifat tidak berulang (one-off).
Volume Penjualan Batu Bara Tertekan Kendala Logistik
Dari sisi operasional, volume penjualan batu bara AADI pada kuartal III-2026 tercatat sebesar 17,9 juta ton, turun 3 persen QoQ.
Stockbit memperkirakan penurunan tersebut berkaitan dengan gangguan logistik pengangkutan batu bara dari tambang menuju pelabuhan akibat berkurangnya debit air Sungai Barito seiring fenomena El Nino.
Sementara itu, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara AADI turun tipis 1 persen QoQ menjadi USD75,2 per ton. Pergerakan tersebut berlawanan dengan harga acuan batu bara ICI-3 yang meningkat 6 persen QoQ menjadi USD86,7 per ton.
Prospek Kinerja dan Potensi Dividen Spesial
Ke depan, Stockbit memperkirakan harga dan permintaan batu bara berpeluang bertahan relatif tinggi.