Angka tersebut turun 37 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/ QoQ), tetapi masih tumbuh 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Dengan demikian, laba bersih AADI sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai USD683 juta, meningkat 16 persen YoY.
Penurunan laba bersih secara kuartalan terutama dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan, kontraksi margin laba kotor, serta kenaikan beban pajak yang berkaitan dengan divestasi Kestrel Coal Group.
Investment Analyst Stockbit Christian William Munaba menilai, penurunan laba bersih AADI pada kuartal III-2026 belum sepenuhnya mencerminkan pelemahan kinerja operasional perseroan.
Dari sisi operasional, pendapatan AADI turun 6 persen QoQ seiring melemahnya pendapatan dari segmen penambangan batu bara dan logistik.