sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Tertekan ke Rp18.027 Dibayangi Isu MSCI dan Sentimen Global

Market news editor Rohman Wibowo
16/10/2026 17:18 WIB
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan kekhawatiran terhadap rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Rupiah Tertekan ke Rp18.027 Dibayangi Isu MSCI dan Sentimen Global   (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Tertekan ke Rp18.027 Dibayangi Isu MSCI dan Sentimen Global (Foto: iNews Media Group)

Dari dalam negeri, kekhawatiran meningkat menyusul usulan MSCI untuk mengklasifikasikan pasar saham Indonesia sebagai standalone market mulai 30 Juni 2027. Usulan tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi, tata kelola pasar, dan dugaan perdagangan saham yang terkoordinasi.

Perubahan klasifikasi tersebut dikhawatirkan memicu arus keluar modal asing karena sebagian pengelola investasi berpotensi mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia.

Ibrahim mengutip perkiraan Goldman Sachs yang menyebut perubahan status pasar tersebut berpotensi memicu arus keluar modal hingga USD13 miliar. Pengurangan kepemilikan saham Indonesia oleh investor asing dapat menambah tekanan terhadap rupiah dan likuiditas pasar keuangan domestik.

"Sebelumnya, Goldman Sachs memperkirakan bahwa penurunan status ini dapat memicu arus keluar modal hingga USD13 miliar, karena para manajer investasi aktif kemungkinan akan mengurangi eksposur mereka guna menghindari ketidaksesuaian dengan tolok ukur. Likuidasi besar-besaran berisiko melemahkan nilai tukar rupiah secara signifikan dan menguras likuiditas pasar," tutur Ibrahim.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan komitmennya untuk membenahi pasar modal Indonesia. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) terus melakukan langkah stabilisasi rupiah melalui intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri, pasar spot, dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement