Memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi menjaga harga minyak pada level tinggi. Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dapat memberikan tekanan terhadap kebutuhan impor energi dan neraca perdagangan.
Di saat yang sama, fenomena El Nino meningkatkan risiko panas dan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus mengingatkan mengenai kondisi kemarau dan potensi kekeringan di sejumlah wilayah hingga akhir 2026.
"Persoalannya El Nino bukan hanya tentang perubahan cuaca. Jika tidak diantisipasi dengan baik, fenomena ini dapat memberikan tekanan baru terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui jalur pangan dan inflasi," tutur Ibrahim.
Pasar Nantikan RDG BI
Memasuki pekan depan, pelaku pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September 2026. Selain keputusan suku bunga, pergerakan imbal hasil US Treasury (UST) juga akan menjadi perhatian pasar.