“Pasar akan mencermati apakah perlambatan ekonomi hanya bersifat sementara atau mulai menunjukkan pelemahan daya beli, konsumsi masyarakat, dan investasi. Jika pertumbuhan terus melambat, tekanan terhadap sentimen pasar dan kepercayaan investor dapat meningkat,” ujar Ibrahim.
Secara bersamaan, ketegangan politik meningkat setelah tiga perwira tinggi Polri ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara, tokoh politik, jurnalis, dan pengusaha. Salah satu yang terseret adalah mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan sehingga dugaan keterlibatan para tersangka perlu dibuktikan melalui proses hukum.
Perkembangan kasus ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian politik dan membuat investor lebih berhati-hati. Pasar akan mencermati stabilitas pemerintahan, soliditas institusi keamanan, serta kepastian penegakan hukum. Jika persoalan ini berkembang dan mengganggu kepercayaan terhadap pemerintahan, risiko keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia dapat meningkat.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.160-Rp18.210 per USD.
(NIA DEVIYANA)