Sebelumnya, Presiden Prabowo mengkritik usulan MSCI untuk menghapus status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) dan mengklasifikasikannya sebagai pasar tersendiri (standalone market), seraya menegaskan bahwa RI tidak akan gentar oleh rencana tersebut. Kepala Negara pun membuka opsi penghematan anggaran lebih besar apabila diperlukan.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memproyeksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan cenderung melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per USD.
(NIA DEVIYANA)