Keputusan tersebut sekaligus menepis spekulasi atas rencana akuisisi terhadap KDTN. Ruby Mining pada pertengahan Oktober 2026 sempat menyebut bahwa rencana tersebut ditunda. Padahal, baik pihak calon penjual dan pembeli telah bernegosiasi sejak November 2025.
Harga saham KDTN terpantau turun 6,3 persen ke Rp238. Pelemahan ini memperpanjang penurunan sejak awal tahun yang mencapai lebih dari 70 persen.
Dalam struktur kepemilikan saham KDTN, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menguasai 24 persen saham. Sementara PT Intan Perdana Sukses memiliki 24 persen saham dan PT Putrasakti Mandiri sebesar 31,99 persen.
(Rahmat Fiansyah)