sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ruby Mining Batal Akuisisi Puri Sentul (KDTN)

Market news editor Rahmat Fiansyah
06/11/2026 09:45 WIB
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) mengumumkan bahwa Ruby Mining Ltd telah membatalkan rencana akuisisi atas PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN).
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) mengumumkan bahwa Ruby Mining Ltd telah membatalkan rencana akuisisi PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN). (Foto: Ist)
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) mengumumkan bahwa Ruby Mining Ltd telah membatalkan rencana akuisisi PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) mengumumkan bahwa Ruby Mining Ltd telah membatalkan rencana akuisisi anak usahanya, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN). 

Perseroan bersama PT Putrasakti Mandiri dan PT Intan Perdana Sukses selaku penjual serta Ruby Mining (HK) Ltd selaku calon pengendali baru KDTN mengakhiri Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang diteken pada April 2026.

Dalam perjanjian tersebut, Ruby Mining berencana mengambil alih 1,075 miliar saham KDTN yang mewakili 86 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor perseroan.

Kuasa Direktur Ruby Mining, Gao Juanya mengungkapkan, terminasi tersebut dilakukan atas kesepakatan calon pengendali baru dan calon penjual

"Dengan dilakukannya terminasi ini, rencana pengambilalihan diakhiri dan tidak dilanjutkan," katanya dalam pengumuman, Jumat (6/11/2026).

Keputusan tersebut sekaligus menepis spekulasi atas rencana akuisisi terhadap KDTN. Ruby Mining pada pertengahan Oktober 2026 sempat menyebut bahwa rencana tersebut ditunda. Padahal, baik pihak calon penjual dan pembeli telah bernegosiasi sejak November 2025.

Harga saham KDTN terpantau turun 6,3 persen ke Rp238. Pelemahan ini memperpanjang penurunan sejak awal tahun yang mencapai lebih dari 70 persen.

Dalam struktur kepemilikan saham KDTN, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menguasai 24 persen saham. Sementara PT Intan Perdana Sukses memiliki 24 persen saham dan PT Putrasakti Mandiri sebesar 31,99 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement