Penyaluran kredit melonjak 27,1 persen YoY menjadi Rp977,2 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 29,4 persen YoY mencapai Rp1.124,7 triliun.
Dari sisi profitabilitas BNI juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, naik 14,3 persen YoY dan perolehan laba bersih sebesar Rp14,33 triliun atau tumbuh 6,9 persen YoY.
Ketahanan bisnis BNI sejalan dengan kondisi makroekonomi nasional yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen YoY pada semester I 2026, serta laju inflasi domestik yang terkendali di level 3,28 persen YoY pada September 2026.
"BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan. Dengan fundamental perseroan yang tetap kuat serta didukung kondisi makroekonomi yang kondusif, kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," kata Okki.
(Rahmat Fiansyah)