sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Respons Dinamika Pasar, BNI (BBNI) Lanjutkan Buyback Saham

Market news editor Anggie Ariesta
20/10/2026 22:28 WIB
BNI terus melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal.
BNI terus melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal. (Foto: Ist)
BNI terus melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) terus melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (share buyback) sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal. Pelaksanaan aksi korporasi ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan kecukupan permodalan serta prospek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Program buyback saham BNI yang telah diumumkan melalui keterbukaan informasi sejak Juli 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 26 Oktober 2026. BNI juga membuka peluang untuk memperpanjang periode buyback sesuai dengan batas ruang pembelian yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, aksi korporasi ini didasari atas komitmen menjaga kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang kuat.

"Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Okki dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Optimisme BNI ditopang oleh kinerja keuangan yang solid hingga Agustus 2026. Total aset bank pelat merah ini menembus Rp1.434,1 triliun atau tumbuh 24,8 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Penyaluran kredit melonjak 27,1 persen YoY menjadi Rp977,2 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 29,4 persen YoY mencapai Rp1.124,7 triliun.

Dari sisi profitabilitas BNI juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, naik 14,3 persen YoY dan perolehan laba bersih sebesar Rp14,33 triliun atau tumbuh 6,9 persen YoY.

Ketahanan bisnis BNI sejalan dengan kondisi makroekonomi nasional yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen YoY pada semester I 2026, serta laju inflasi domestik yang terkendali di level 3,28 persen YoY pada September 2026.

"BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan. Dengan fundamental perseroan yang tetap kuat serta didukung kondisi makroekonomi yang kondusif, kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," kata Okki.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement