sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PTPP Raih Kontrak EPC Dermaga 11 Pupuk Kaltim Senilai Rp400 Miliar

Market news editor Rahmat Fiansyah
03/11/2026 13:45 WIB
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperoleh kontrak baru dari Pupuk Kaltim senilai Rp400 miliar untuk mengerjakan proyek EPC Dermaga 11 Bontang.
PTPP memperoleh kontrak baru dari Pupuk Kaltim senilai Rp400 miliar untuk mengerjakan proyek EPC Dermaga 11 Bontang. (Foto: Ist)
PTPP memperoleh kontrak baru dari Pupuk Kaltim senilai Rp400 miliar untuk mengerjakan proyek EPC Dermaga 11 Bontang. (Foto: Ist)

Dalam proyek tersebut, PTPP akan mengerjakan pembangunan dermaga multiguna, struktur pendukung, sistem conveyor, serta instalasi peralatan mobile ship loader. Dermaga 11 dirancang untuk melayani kapal pengangkut material curah padat dengan kapasitas hingga 40.000 deadweight tonnage (DWT).

Kapasitas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan bongkar muat kapal berukuran besar dan memperlancar distribusi material di kawasan industri Pupuk Kaltim. Infrastruktur ini juga ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan soda ash nasional serta pengembangan ekosistem industrinya di Indonesia.

Sebagai bagian dari penguatan komitmen pelaksanaan proyek, PTPP dan Pupuk Kaltim menggelar kegiatan Project Commitment pada 19 Oktober 2026 di Batam Marriott Hotel Harbour Bay. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo.

Dalam kesempatan itu, perwakilan kedua perusahaan menandatangani dokumen Project Commitment sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu pelaksanaan proyek.

Melalui kontrak EPC Dermaga 11, PTPP berupaya memperkuat portofolio dan kapabilitas di sektor infrastruktur industri sekaligus menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Dengan mengedepankan prinsip Operational Excellence, selektivitas proyek, dan pengelolaan risiko yang terukur, perseroan berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur berkualitas serta menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan industri nasional secara berkelanjutan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement