Salah satu emiten yang memiliki eksposur terhadap tema aluminium adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), melalui kepemilikan 65 persen di PT Kalimantan Aluminium Industry yang mengoperasikan smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton per tahun.
Dengan harga aluminium LME USD3.290 per ton, target biaya tunai ADMR sebesar USD1.800-2.000 per ton menyiratkan margin sekitar USD1.300-1.500 per ton. Dukungan tambahan juga berpotensi berasal dari kuota alumina domestik.
Sementara itu, potensi keterlibatan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dalam proyek Rusal dinilai belum akan mengubah profil pendapatannya secara signifikan.
Tambahan kontribusi diperkirakan hanya sekitar 1-2 persen terhadap pendapatan ANTM, mengingat emas masih menyumbang sekitar 81 persen terhadap pendapatan perseroan.
Lebih lanjut, bagi PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), bertambahnya pasokan alumina justru berpotensi menekan laba usaha patungannya melalui penurunan harga alumina. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.