Namun, menurut dia, proyek tersebut masih terlalu dini untuk memberikan dampak berarti bagi emiten domestik.
Hingga kini belum ada perusahaan tercatat yang dipastikan terlibat dalam proyek Rusal, sementara izin proyek juga belum diterbitkan.
Rencana tersebut dikonfirmasi Rusal pada awal September 2026 setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut perusahaan tersebut sebagai mitra proyek.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kemudian menyatakan proyek akan berhenti pada pengolahan hingga alumina dan proses perizinannya mendekati tahap final.
Meski demikian, hingga 21 September 2026, izin proyek tersebut disebut belum diterbitkan.