Di sisi lain, Instrumen mencatat pertumbuhan 29,5 persen YoY menjadi Rp7,6 miliar, sehingga kontribusinya meningkat menjadi 35,2 persen dari total pendapatan, dibandingkan 10,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kontribusi Instrumen memperluas komposisi pendapatan perseroan di luar bisnis reagen.
Sementara itu, segmen Hematologi membukukan pendapatan sebesar Rp2,0 miliar, diikuti Jasa sebesar Rp307 juta serta Imunologi dan Biomolekuler sebesar Rp11 juta. Perseroan akan terus memperkuat seluruh lini produk sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelanggan.
Dari sisi customer, perseroan melayani dua kelompok utama, yaitu pemerintah dan swasta. Ke depan, perseroan akan terus memperluas penetrasi pada kedua kelompok tersebut, termasuk meningkatkan kontribusi rumah sakit dan laboratorium swasta serta menjaga partisipasi aktif pada berbagai peluang di sektor kesehatan nasional.
Sejalan dengan volume penjualan yang lebih rendah, laba kotor perseroan pada periode Januari-September 2026 tercatat sebesar Rp6,6 miliar dengan Gross Profit Margin sebesar 30,6 persen, dibandingkan 66,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin saat ini turut dipengaruhi oleh manufacturing overhead dan depresiasi fasilitas produksi baru yang belum terserap secara optimal pada tingkat volume saat ini.