Pendanaan buyback yang dilakukan Prodia seluruhnya berasal dari kas internal, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional, rencana ekspansi, maupun kemampuan perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangannya.
Di sisi lain, kondisi keuangan Prodia tercatat masih solid. Hingga September 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,71 triliun atau tumbuh 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan juga meningkat 10 persen secara tahunan menjadi Rp125,9 miliar. Sementara itu, EBITDA tumbuh 9,7 persen menjadi Rp340,2 miliar.
Dari sisi likuiditas, Prodia mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp570,5 miliar per 30 September 2026, meningkat 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun total aset perseroan mencapai Rp2,62 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp2,35 triliun dan total liabilitas Rp269 miliar.
(Dhera Arizona)