Tekanan paling terlihat pada kredit apartemen dengan NPL 4,3 persen, disusul KPR 3,3 persen dan kredit kendaraan 2,6 persen.
Menurut BRI Danareksa, kondisi tersebut membuat eksposur kredit konsumer menjadi salah satu faktor penting dalam melihat prospek saham bank.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, justru mencatat kontraksi kredit konsumer sekitar 3 persen YoY.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif terhadap segmen ritel.
BCA juga disebut cenderung lebih cepat membaca perubahan risiko, sehingga perlambatan kredit konsumernya menjadi sinyal yang perlu diperhatikan investor.