IDXChannel - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) berencana memperluas kegiatan usaha ke sejumlah sektor baru, mulai dari pembangkit listrik, pusat data (data center), kawasan industri, hingga pariwisata.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perseroan menyiapkan estimasi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) awal mencapai Rp5,6 triliun.
Dalam prospektus Jumat (5/11/2026), rencana ekspansi ini akan dilakukan melalui penambahan tujuh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang mencakup sektor energi dan ketenagalistrikan, perdagangan elektronik (e-commerce), infrastruktur komputasi dan pusat data, kawasan industri, fasilitas lapangan, serta aktivitas perusahaan induk.
Di sektor energi dan ketenagalistrikan, BIKE membidik peluang pendapatan berbasis proyek berskala besar melalui peran sebagai kontraktor utama Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Salah satu proyek rintisan yang disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bali berkapasitas 200 megawatt (MW), dengan estimasi kebutuhan investasi Rp3 triliun.
Selanjutnya, perseroan merambah bisnis pusat data melalui rencana pengembangan Data Center Pulomas dengan kapasitas IT Power 10 MW dan standar keandalan Tier III dengan kebutuhan capex sebesar Rp1,11 triliun.