Sebelumnya, BEI mencatat sekitar 80 emiten masuk dalam kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC hingga pekan lalu. Mulai 2 November 2026, saham-saham tersebut tidak lagi diperhitungkan dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas indeks dalam mencerminkan kondisi pasar.
Sebelumnya, saham HSC hanya dikeluarkan dari indeks-indeks utama tertentu. Dengan kebijakan terbaru, saham-saham tersebut tidak lagi diperhitungkan dalam IHSG.
Meski demikian, Jeffrey menegaskan bahwa saham-saham HSC tetap dapat diperdagangkan di pasar modal. Kebijakan tersebut bukan merupakan penghapusan pencatatan saham atau delisting, melainkan hanya pengecualian dari perhitungan indeks.
“Bukan delisting, tapi tidak diperhitungkan dalam IHSG. Seperti yang sudah kami sampaikan, saham HSC sudah dikeluarkan atau tidak masuk indeks flagship, LQ45 dan lain-lain,” kata Jeffrey dalam konferensi pers pada 19 Oktober 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)