Jika harga minyak terus turun hingga berada di bawah USD60 per barel, tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS) berpotensi ikut mereda.
"Investor secara global akan mengalihkan dananya dari dolar kemudian dari minyak mentah ke emas sebagai safe haven," katanya.
Di sisi lain, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia dalam satu pekan kedepan akan bergerak pada kisaran USD4.151 per troy ounce sebagai support dan USD4.493 per troy ounce sebagai resistance.
Sementara untuk perdagangan Senin, emas dunia diperkirakan memiliki support di level USD4.279 per troy ounce dan resistance USD4.405 per troy ounce.
"Jadi ada kemungkinan besar harga emas dunia menguat," ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, potensi penguatan harga emas dunia turut membuka peluang kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim menyebut harga logam mulia sebelumnya ditutup di level Rp2,69 juta per gram.