Pada periode tersebut, pendapatan perseroan juga tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan meningkat 84 persen menjadi Rp950 miliar.
Seiring dengan kinerja tersebut, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan EBITDA sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Dari sisi transaksi, nilai transaksi bruto inti atau core gross transaction value (GTV) inti GoTo melonjak 89 persen secara tahunan menjadi Rp194 triliun pada kuartal III-2026.
Jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) juga meningkat 16 persen menjadi 72,5 juta pengguna.
Perseroan turut membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp2,50 triliun, sedangkan arus kas bebas yang disesuaikan naik 389 persen menjadi Rp1,21 triliun.
Hans mengatakan, GOTO tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal untuk menjaga fundamental bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.