Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengatakan, perseroan berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.
“Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” ujar Suryo dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Kamis (29/10/2026).
Hingga September 2026, penjualan tiket bioskop menjadi kontributor terbesar pendapatan CNMA, yakni Rp2,5 triliun atau sekitar 59,1 persen dari total pendapatan.
Adapun bisnis F&B menyumbang pendapatan Rp1,4 triliun, setara dengan 34,7 persen dari total pendapatan perseroan.
Selain kedua bisnis utama tersebut, CNMA terus mengembangkan sumber pendapatan dari periklanan dan platform digital. Pada kuartal III-2026, pendapatan dari segmen lainnya tumbuh 59,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.