Sebaliknya, emiten batu bara, nikel, dan energi berpotensi menunjukkan ketahanan relatif lebih baik apabila harga komoditas tetap kuat.
Meski begitu, kenaikan biaya subsidi bahan bakar minyak (BBM) juga dapat membawa implikasi fiskal bagi pemerintah dan memengaruhi kondisi usaha sektor pertambangan.
Dalam kondisi pasar seperti ini, kata Arief, investor disarankan lebih selektif dengan memprioritaskan perusahaan yang memiliki neraca keuangan kuat, kemampuan mempertahankan harga jual alias pricing power, serta arus kas yang relatif stabil.
Likuiditas portofolio juga perlu dijaga agar investor memiliki ruang untuk menghadapi koreksi pasar.
Harga Emas Rentan Terkoreksi
Tekanan di pasar obligasi juga menjadi perhatian bagi investor emas. Arief menilai, harga emas yang berada di sekitar USD4.100 per troy ons memiliki ruang penyangga yang terbatas apabila imbal hasil obligasi terus meningkat.