Kenaikan harga energi kembali memicu tekanan inflasi, sementara sinyal bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan untuk meredam inflasi yang masih persisten.
Pada saat bersamaan, kebutuhan pembiayaan pemerintah meningkat ketika bank sentral mengurangi pembelian obligasi.
Kondisi ini membuat investor menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk menyerap tambahan pasokan surat utang.
Persaingan memperoleh pendanaan juga semakin ketat karena perusahaan-perusahaan di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menerbitkan obligasi untuk membiayai ekspansi.
Di Eropa, investor turut membedakan risiko antarnegara dengan lebih selektif, sehingga cenderung memilih penerbit yang dinilai lebih kuat dibandingkan Prancis dan negara-negara dengan kondisi fiskal yang lebih rentan.