UOB Kay Hian memperkirakan, dengan asumsi seluruh dana tunai awal sebesar USD640 juta dibagikan kepada pemegang saham, AADI berpotensi memberikan dividen sekitar Rp1.450 per saham. Nilai tersebut setara dengan dividend yield lebih dari 12 persen.
Di luar potensi dividen khusus, AADI juga memiliki rekam jejak pembagian dividen reguler dengan payout ratio 2025 mencapai 59,2 persen.
Katalis lainnya berasal dari pendapatan sewa pembangkit listrik Kaltara.
Dengan sejumlah katalis tersebut, UOB Kay Hian menaikkan target harga AADI menjadi Rp14.300 per saham. Target tersebut didasarkan pada valuasi 6,3 kali price to earnings (PE) 2027F, setara dengan rata-rata PE ADRO pada periode 2019-2024 sebelum pemisahan AADI.
Meski prospeknya kuat, analis tetap mencermati sejumlah risiko, terutama potensi gangguan pasokan akibat El Niño serta kemungkinan harga batu bara berada di bawah perkiraan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.