IDXChannel – Prospek PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dinilai masih menjanjikan di tengah tingginya harga batu bara dan potensi tambahan arus kas dari divestasi Kestrel.
UOB Kay Hian Sekuritas memperkirakan laba bersih AADI tumbuh 48 persen pada 2026, dengan peluang pembagian dividen khusus lebih dari Rp1.450 per saham setelah divestasi Kestrel rampung.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam, dalam riset yang terbit pada 5 Oktober 2026, mempertahankan rekomendasi beli untuk AADI dan menaikkan target harga menjadi Rp14.300 per saham.
Menurut analis, salah satu penopang prospek AADI adalah posisi tambang perseroan yang berada di Kalimantan Selatan, sehingga relatif terhindar dari gangguan di hulu Sungai Barito.
Pengiriman batu bara AADI disebut masih berjalan tanpa gangguan hingga 6 September 2026.