Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Indo Premier menaikkan proyeksi laba bersih HRUM untuk 2026-2028 sebesar 6-14 persen.
Target harga saham HRUM dinaikkan menjadi Rp1.250 per unit dari Rp1.150 per unit sebelumnya.
Berbeda dari sebelumnya yang menggunakan pendekatan sum-of-the-parts (SOTP), target harga terbaru menggunakan valuasi 7,5 kali price-to-earnings (P/E) forward satu tahun.
Perubahan pendekatan tersebut mencerminkan pandangan bahwa HRUM kini semakin dapat dipandang sebagai perusahaan dengan operasi nikel yang terintegrasi.
Meski prospeknya membaik, risiko tetap ada. Salah satu risiko utama adalah potensi kontribusi negatif dari bisnis HPAL BSE apabila kenaikan biaya sulfur terus menekan margin. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.