Di level operasional, perseroan juga merugi Rp3,59 miliar, berbanding terbalik dari laba usaha Rp176,93 juta pada semester I-2025.
Total liabilitas perseroan turut melonjak 65,79 persen menjadi Rp6,95 miliar per akhir Juni 2026, dari Rp4,19 miliar pada akhir 2025.
Dalam surat penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tertanggal 29 Juli 2026, manajemen UDNG menyebut kenaikan liabilitas ini terutama disebabkan oleh peningkatan Utang Usaha, Utang Pajak dan Liabilitas Sewa.
Sementara itu, total aset perseroan turun tipis 1,51 persen menjadi Rp55,14 miliar, dan total ekuitas menyusut 6,96 persen menjadi Rp48,19 miliar seiring rugi bersih yang membebani permodalan.
Padahal, dalam paparan publik tahunannya pada 17 Juni 2026, manajemen UDNG sempat menyampaikan nada optimistis.