IDXChannel - Indonesia menghadapi risiko perubahan status pasar saham dari Emerging Market menjadi Standalone Market setelah MSCI membuka konsultasi mengenai usulan reklasifikasi tersebut.
Pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan status pasar Indonesia.
Periode konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.
Kabar tersebut langsung menekan pasar saham domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 10,76 persen ke level 5.233,00 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah sebelumnya sempat turun 8,01 persen pada awal perdagangan sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt selama 30 menit.
Sebanyak 809 saham melemah, hanya 15 saham menguat, sedangkan 139 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp17,32 triliun dengan volume perdagangan 37,98 miliar saham.
MSCI menyebut kekhawatiran terhadap kelayakan investasi pasar Indonesia masih berlanjut, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai mengganggu pembentukan harga saham secara wajar.
MSCI juga menilai reformasi yang telah diumumkan otoritas pasar modal Indonesia belum disertai bukti implementasi yang konsisten dan berkelanjutan dalam memperbaiki fungsi pasar.
Penurunan klasifikasi menjadi Frontier Market juga dinilai belum cukup mencerminkan persoalan aksesibilitas investasi yang dihadapi pasar Indonesia.
Jika Indonesia benar-benar diklasifikasikan sebagai Standalone Market, representasi saham Indonesia dalam indeks MSCI untuk pasar berkembang berpotensi berubah.
Kondisi tersebut dapat memicu penyesuaian portofolio oleh investor yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan, termasuk dana pasif.
Di tengah risiko tersebut, daftar saham Indonesia yang saat ini masuk dalam indeks MSCI menjadi perhatian investor.
Berdasarkan daftar MSCI Agustus 2026, terdapat sembilan saham Indonesia yang masuk dalam segmen Global Standard.
Kesembilan saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Selain itu, terdapat 35 saham Indonesia yang masuk dalam segmen Global Small Cap.
Daftar tersebut terdiri dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Avia Avian Tbk (AVIA), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Kemudian PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
Daftar berikutnya mencakup PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Selanjutnya terdapat PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Daftar tersebut merupakan komposisi MSCI Agustus 2026 sebelum munculnya konsultasi terbaru mengenai reklasifikasi Indonesia.
MSCI juga masih membekukan sejumlah perubahan indeks terkait saham Indonesia.
Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks, serta tidak menerapkan penambahan konstituen ke MSCI Investable Market Index maupun kenaikan segmen ukuran saham. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.