“Penurunan bea masuk dapat mendorong peningkatan impor minyak nabati India, yang berpotensi meningkatkan persaingan antar-pemasok sekaligus memengaruhi harga minyak sawit dan kedelai global,” tulis Kharel dan Jonas dalam risetnya.
Menurut mereka, peningkatan permintaan India menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan bagi pasar minyak nabati global.
Meski demikian, dampaknya terhadap CPO tetap perlu dilihat bersama dengan pergerakan harga dan pasokan minyak nabati alternatif, terutama soybean oil dan sunflower oil.
Bagi pasar saham Indonesia, potensi peningkatan permintaan tersebut dapat menjadi katalis bagi emiten sawit melalui prospek harga CPO.
Harga CPO yang lebih kuat berpotensi mendukung pendapatan dan margin perusahaan perkebunan, meski kinerja masing-masing emiten tetap dipengaruhi produksi, biaya, dan perkembangan harga komoditas.