BRI Danareksa Sekuritas mencatat indikator Relative Strength Index (RSI) IHSG telah turun ke level 29,67 atau memasuki area oversold.
Namun, kondisi oversold belum menjadi sinyal bahwa tekanan jual telah berakhir. Posisi IHSG yang masih jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) di level 6.846 menunjukkan tren utama pasar masih berada dalam tekanan bearish.
Untuk perdagangan jangka pendek, BRI Danareksa menempatkan area 5.027-4.962 sebagai rentang support yang perlu dipertahankan.
Tekanan pasar juga masih dibayangi ketidakpastian terkait indeks global.
Investor terus mencermati langkah MSCI setelah pengumuman pada pertengahan Oktober yang membuka konsultasi terkait potensi perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Memasuki November, perhatian pasar juga mulai bergeser ke dampak implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks. Saham-saham tersebut sebelumnya memiliki bobot gabungan sekitar 18 persen terhadap IHSG.