Konsumsi masyarakat juga diperkirakan melambat pada sisa tahun ini, seiring tingkat keyakinan konsumen yang lebih rendah dibandingkan awal tahun.
Phintraco menilai ketidakpastian yang tinggi membuat investor cenderung memilih strategi perdagangan jangka pendek.
Selain prospek ekonomi domestik, tekanan juga datang dari harga minyak yang masih tinggi, potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, pelemahan rupiah, kenaikan credit default swap (CDS) tenor lima tahun Indonesia, serta meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah.
Antisipasi terhadap potensi rebalancing indeks MSCI pada November turut menjadi perhatian investor. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.