Kini, IHSG mendekati area support Fibonacci 0,5-0,618 di kisaran 5.118-5.182.
Area tersebut sebelumnya beberapa kali memicu pemulihan indeks, ditandai dengan penolakan harga bawah (lower-wick rejection).
Menurut BRI Danareksa, peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut.
Sebaliknya, jika support ditembus, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai. Adapun resistance terdekat berada di kisaran 5.266-5.455.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar menanti rilis kinerja emiten kuartal III-2026, kebijakan BEI mengenai pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholder concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, serta keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (29/10) dini hari WIB.
Konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,75-4,00 persen.