Pergerakan harga minyak turut menjadi perhatian setelah Brent sempat turun lebih dari 7 persen sebelum kembali naik ke sekitar USD105 per barel menyusul laporan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Pasar juga menantikan sejumlah data tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS sepanjang pekan ini.
Support IHSG di Area 4.800 Jadi Penentu
Secara teknikal, IHSG mengalami breakdown setelah menembus level support 4.962 dan membentuk bearish candle dengan posisi penutupan dekat level terendah harian.
Menurut BRI Danareksa, Indikator MACD masih berada di zona negatif dan melebar ke bawah. Garis MACD di level -292 berada di bawah signal line -265, sementara posisi IHSG sudah jauh di bawah MA20 di level 5.482.
Kondisi tersebut mengindikasikan tren bearish masih dominan.
Support berikutnya berada di rentang 4.830-4.761. Peluang technical rebound tetap terbuka setelah koreksi tajam, tetapi area 4.962-5.000 kini menjadi resistance yang perlu direbut kembali untuk memperbaiki momentum.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan investor tetap menerapkan pendekatan defensif. Pasalnya, rupiah yang berada di sekitar Rp18.160 per USD dan tingginya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi tantangan bagi pasar keuangan domestik.