Bank tersebut memperkirakan terdapat premi risiko sedikit di atas USD20 per barel.
Goldman Sachs menambahkan harga WTI kemungkinan tetap lebih rendah dibandingkan Brent akibat tingginya biaya pengiriman antara AS dan Eropa.
Harga WTI diperkirakan rata-rata mencapai USD81 per barel pada Desember 2026 dan USD73 per barel pada 2027.
Sementara itu, di Teluk Meksiko, perusahaan energi Shell, Chevron, dan BP berupaya mengerahkan kembali personel serta memulihkan produksi di fasilitas lepas pantai mereka setelah Badai Isaias mendarat pada Sabtu pagi.
Di sisi lain, harga gasoil berjangka ICE turun 2,3 persen menjadi USD1.449 per metrik ton setelah Trump pada Jumat mengatakan Rusia segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton atau sekitar 2,25 juta barel diesel ke pasar AS dan global. Pasokan tambahan juga diperkirakan menyusul. (Aldo Fernando)