Pada Kamis (22/10), Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, dekat Bahrain, setelah serangan terjadi di kawasan tersebut.
Pertempuran antara Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar dunia, dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman juga semakin intensif.
Kekhawatiran pasokan turut meningkat setelah Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker di lepas pantai Umm Al Quwain.
Penyebab tumpahan belum diketahui dan otoritas belum mengidentifikasi kapal tanker yang terlibat.
Serangan terhadap kapal meningkat
Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Timur Tengah.