Namun mereka menilai dampak tekanan tersebut terhadap posisi tawar Iran bergantung pada faksi yang dominan di dalam pemerintahan serta kemampuan Teheran mengendalikan Selat Hormuz.
Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan, pasar energi kemungkinan tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang pada 2027. Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik akan menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap rantai pasok energi.
Sementara itu, perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, berencana mulai menyimpan minyak mentah di Singapura pada paruh kedua 2027.
(DESI ANGRIANI)