“Bukan hanya soal apakah The Fed menaikkan suku bunga pekan depan atau menundanya hingga Desember. Nada panduan kebijakan juga akan menjadi faktor penting. Pernyataan yang hawkish dapat kembali menekan harga emas dalam jangka pendek,” ujar Razaqzada.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar melihat peluang sebesar 82,8 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai 90 persen.
Emas umumnya dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada pekan depan, yang menjadi salah satu indikator inflasi pilihan The Fed.
“Menurut pandangan kami, level resistance utama masih berada di USD4.235, sedangkan support mulai terbentuk di bawah USD4.100,” kata kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen. (Aldo Fernando)