"Pasar dapat berargumen bahwa kenaikan suku bunga The Fed berikutnya sudah tercermin dalam harga, begitu pula ekspektasi pembelian bersih oleh sektor resmi yang berlanjut. Tanpa adanya peristiwa black swan, saya sulit melihat emas menembus level yang lebih tinggi secara meyakinkan," ujar O'Connell, seperti dikutip Reuters.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang dicapai pada Rabu.
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem mengatakan pada Kamis bahwa bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi menuju target 2 persen.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 19 persen.
Sementara itu, peluang setidaknya satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin hingga Desember mencapai 84 persen.