Analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan meningkatnya kekhawatiran inflasi mengindikasikan bank-bank sentral utama dunia tidak dapat melonggarkan kebijakan moneter secepat yang diharapkan.
"Seluruh kondisi tersebut saat ini menjadi tekanan bagi penguatan harga emas dan perak," ujar Wyckoff, dikutip Reuters.
Tekanan terhadap emas juga datang dari aksi jual di pasar saham teknologi. Wyckoff mengatakan aksi jual tersebut memicu margin call bagi trader dan investor saham sehingga mendorong mereka melepas aset emas dan perak untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menyentuh level terendah dalam lima pekan pada Jumat (23/10), seiring kehati-hatian investor setelah aksi jual tajam pada saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 27-28 Oktober 2026.