Kenaikan harga minyak dapat memperbesar tekanan inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Kamis (29/10/2026) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Dalam jajak pendapat Reuters, para analis memangkas proyeksi harga logam mulia untuk 2026.
Penurunan tersebut mencerminkan ekspektasi permintaan yang lebih lemah, imbal hasil Treasury yang tinggi, serta dolar AS yang menguat. Namun, seluruh logam mulia diperkirakan kembali menguat pada 2027.
Dari China, impor bersih emas melalui Hong Kong pada September meningkat lebih dari 28 persen dibandingkan Agustus, mencapai level tertinggi dalam lima bulan.