Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Februari, seiring para pengilang kembali mengisi stok menjelang musim festival yang berlangsung pada Agustus hingga November.
Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi CPO untuk Oktober, dengan bea keluar tetap dipertahankan sebesar 10 persen.
Namun, penguatan harga CPO tertahan oleh lemahnya ekspor.
Perusahaan survei kargo memperkirakan pengiriman produk minyak sawit Malaysia turun antara 17,8 persen hingga 25,6 persen pada paruh pertama September dibandingkan periode yang sama pada Agustus. (Aldo Fernando)