IDXChannel - Produksi kelapa sawit di Kalimantan, salah satu wilayah utama penghasil sawit Indonesia, berpotensi turun 12 persen hingga 15 persen pada kuartal IV-2026. Penurunan produksi dipicu kondisi cuaca yang kering berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah perkebunan.
Indonesia yang merupakan produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia tengah menghadapi kebakaran hutan terburuk dalam 11 tahun.
Kondisi tersebut diperparah kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Niño, sehingga hutan dan lahan gambut menjadi lebih kering dan mudah terbakar.
Analis komoditas pertanian StoneX yang berbasis di Singapura, Cheang Kang Wei, mengatakan produksi sawit Indonesia telah diperkirakan turun sekitar 11 persen hingga 12 persen pada Agustus 2026.
"Setelah diperkirakan turun 11 persen hingga 12 persen pada Agustus, produksi bisa turun 12 persen hingga 15 persen pada Oktober hingga Desember karena Kalimantan mengalami kondisi yang sangat kering selama dua bulan terakhir, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat," kata Cheang kepada Reuters, Rabu (16/9/2026).