Namun, kekhawatiran terhadap peningkatan persediaan masih membayangi pergerakan harga.
Kepala Riset Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan harga CPO menguat mengikuti pemulihan harga minyak sawit mentah di Dalian dan minyak kedelai di Chicago selama perdagangan Asia.
"Harga juga pulih berkat aksi beli saat harga melemah, dengan dukungan teknikal kuat di bawah level 4.600 ringgit untuk kontrak berjangka Januari 2027," ujar Bagani, seperti dikutip Reuters.
Menurut dia, perhatian pasar kini beralih pada data ekspor dan produksi minyak sawit Malaysia sepanjang Oktober yang dijadwalkan rilis pada 10 November.
Pelaku pasar juga mencermati potensi peningkatan persediaan yang dapat membatasi kenaikan harga.