Artinya, pungutan dengan nominal yang sama akan memberikan beban relatif lebih besar kepada eksportir batu bara berkalori rendah. Sementara itu, penjualan domestik berada di luar skema tersebut.
Hilirisasi Berjalan, Aturan Kontraktor Berubah
Di sisi hilirisasi, sejumlah proyek juga mulai bergerak. Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui Arutmin dan KPC telah melakukan peletakan batu pertama proyek pabrik metanol berkapasitas 2 juta ton pada 31 Agustus.
Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan pembangunan pabrik dimethyl ether (DME) berkapasitas 1,4 juta ton dimulai pada 2027.
Tiga proyek hilirisasi yang paling maju diperkirakan membutuhkan sekitar 23 juta ton batu bara per tahun atau kurang dari 5 persen dari total ekspor batu bara Indonesia pada 2025.