IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) secara tahun berjalan (year to date/ytd) masih mengalami tekanan. Hal itu sejalan dengan tren pelemahan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Meski bursa ekuitas syariah menghadapi tantangan pasar, ketahanan industri keuangan syariah secara keseluruhan tetap ditopang oleh pertumbuhan positif pada instrumen surat berharga, dana kelolaan, hingga fungsi intermediasi perbankan.
Volatilitas pasar modal domestik masih memberikan sentimen negatif terhadap laju pergerakan saham-saham berbasis syariah hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Pelemahan tersebut terjadi di tengah perbaikan kinerja instrumen investasi syariah lainnya yang berbasis pendapatan tetap dan pengelolaan portofolio.
"Pada industri keuangan syariah, sejalan dengan IHSG, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia secara ytd masih mengalami tekanan, meski sukuk korporasi tetap tumbuh 10,65 persen dan AUM reksa dana syariah naik 1,04 persen," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (6/10/2026).
Kenaikan dua digit pada sukuk korporasi serta ekspansi Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah menjadi peredam gejolak di pasar modal. Di luar pasar modal, kinerja sektor jasa keuangan syariah menunjukkan stabilitas yang mapan pada paruh kedua tahun ini.