EBITDA yang disesuaikan juga melonjak 447 persen menjadi Rp481 miliar, untuk pertama kalinya melampaui capaian ODS sebesar Rp464 miliar.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan aktivitas pengguna. Rata-rata pengguna bertransaksi bulanan fintech mencapai 28,8 juta, naik 29 persen secara tahunan, sementara jumlah transaksi meningkat 91 persen menjadi 2,4 miliar.
Nilai transaksi bruto atau GTV inti fintech juga tumbuh 91 persen menjadi Rp157 triliun.
“Fintech memiliki momentum yang kuat, baik dari pertumbuhan pengguna maupun aktivitas transaksi. Dengan skala bisnis yang terus berkembang, kami memperkirakan segmen ini kembali menjadi kontributor yang paling menonjol dalam kinerja GoTo pada kuartal III,” kata Christian.
Christian menilai laporan keuangan kuartal III akan menjadi indikator untuk melihat kemampuan GoTo mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan struktur komisi pada layanan roda dua.