Euro Bangkit Kembali
Mata uang dolar AS juga mendapat keuntungan dari pelemahan euro. Mata uang tunggal Eropa tersebut menguat 0,1 persen ke level USD1,1258 pada Jumat—sebuah pemulihan tipis sehari setelah mencatat penurunan harian (intraday) terdalam sejak 17 Juni.
Meski demikian, secara keseluruhan euro mencatat penurunan sebesar 1,2 persen sepanjang pekan ini. Sentimen di Eropa berada di bawah tekanan setelah dirilisnya rancangan anggaran Prancis untuk tahun 2027. Negara tersebut menargetkan defisit publik sebesar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) melalui usulan pemangkasan belanja sebesar 54 miliar euro (USD60,79 miliar).
Anggaran ini muncul di saat Prancis sedang terbebani oleh masalah fiskal yang berat; defisitnya diproyeksikan mencapai 5,4 persen dari PDB tahun ini dan utang publik mendekati 120 persen dari PDB. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis (OAT) melonjak—dengan biaya pinjaman acuan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2002—dan selisih imbal hasil (spread) antara obligasi tersebut dengan obligasi pemerintah Jerman (Bund) pun melebar.
"USD naik tajam terhadap sebagian besar mata uang utama kemarin, namun dorongan utamanya berasal dari anjloknya EUR. Meski demikian, kami tidak terkejut; kami telah menyatakan kemarin pagi bahwa penurunan EUR/USD tidak sedalam penurunan beberapa indikator kredit pemerintah Prancis... yang telah mencapai level tertinggi seperti saat krisis utang Eropa tahun 2010-2013," ujar ahli strategi valuta asing (FX) dan suku bunga global di Macquarie, Thierry Wizman.
Lebih lanjut, dia mengatkaan Kenaikan premi risiko utang pemerintah Prancis kini kemungkinan besar meniadakan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh ECB pada 29 Oktober merujuk pada Bank Sentral Eropa (European Central Bank).