IDXChannel - Pemerintah tengah mendorong program digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan sosial (bansos). Program Perlinsos Digital ini bakal membuat penyaluran bansos menjadi lebih cepat, akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Pandjaitan mengatakan, pemerintah berkomitmen memberikan bansos kepada 50 juta masyarakat miskin yang menjadi penerima manfaat. Dengan program digitalisasi perlinsos, dia optimistis penyaluran bansos menjadi lebih transparan karena mengurangi interaksi langsung antara petugas dan penerima bantuan.
"Jadi di lapangan nanti akan membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita lebih kurang korupsi pasti, karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," katanya kepada media baru-baru ini.
Dalam rangka perbaikan tata kelola lebih jauh, pemerintah juga akan menyiapkan sistem di mana bansos ke depan tidak disalurkan secara tunai yang dapat dipergunakan secara bebas. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan bansos, termasuk untuk judi online (judol).
Luhut mengungkapkan, program digitalisasi Perlinsos akan diluncurkan (roll out) pada pekan ketiga Oktober 2026. Sebagai informasi, Komdigi tengah menyiapkan portal bansos tersebut agar dapat diakses banyak pengguna mengingat jumlah penerima bansos mencapai 50 juta jiwa. Menjelang peluncuran, pengujian sistem terus dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).